Beberapa tahun yang lalu negeri ini sempat dihebohkan oleh lukisan telanjang artis tanah air yang dipamerkan di sebuah galeri. Maka ramailah infotainment menayangkan beritanya berulang-ulang setiap hari. Di salah satu tayangannya, si artis model lukisan itu ditanya alasan dia bersedia dilukis dengan pose demikian. Dan jawabannya adalah ‘seni’. Ya! S-E-N-I. Dia merasa bahwa dirinya dianugrahi sebuah keindahan fisik. Adalah sebuah keharusan baginya untuk berbagi keindahan itu dengan banyak orang sebagai ungkapan rasa syukurnya.
Hhmmm….. Sebuah pemikiran yang ‘unik’. Tapi celakanya, pemikiran ‘unik’ itu ternyata ada di benak banyak wanita. Jutaan eksemplar majalah pria dewasa menampilkan siluet-siluet itu dengan fulgarnya. Lalu siapa yang harus dipersalahkan, wanita yang mau berpose demikian atau pria yang doyan memelototinya ?
Tdak… Saya tidak sedang menghakimi. Saya hanya ingin menyoroti bagaimana para wanita itu mempertanggung-jawabkan kecantikannya. Melihat mereka tampil sedemikian seolah kecantikan itu sebuah kemutlakan bagi mereka, membuat saya menahan nafas. Entah mereka lupa ataukah memang tidak menyadari bahwa kecantikan itu sesungguhnya bukanlah miliknya, melainkan milik-Nya. Mereka hanya titipi sementara. Dan sewaktu-waktu Dia berkehandak, maka sirnalah segala keindahan yang dibangga-banggakan. Ketika itu terjadi, masihkah mereka mampu tertawa dan berkata, “hei…look at me !”
Dan apakah mereka juga telah menjadi amnesia bahwa kelak akan ada saat dimana segala apa yang dititipkan-Nya kepada kita akan dipertanggung-jawabkan. Lalu ketika nanti ditanya, “Kau gunakan untuk apa kecantikanmu?”. Mereka pun menjawab, “Ya untuk dipamerkan”. Hi-hi-hi….. Saya pastikan saya akan tertawa. Bagaimana bisa mereka memamerkan sesuatu yang sejatinya bukan milik mereka. Lucu sekali !
Semoga saja, rekan-rekan yang membaca tulisan ini menjadi lebih peduli dalam mempertanggung-jawabkan kecantikannya. Percayalah… Dengan kita merasa bahwa ini hanya sebuah titipan, maka kita akan menjadi lebih hati-hati dalam menjaga dan menggunakannya untuk hal yang tepat.